titipblog

Jastip · 3 menit baca

Cara rekap orderan jastip dari chat WhatsApp tanpa salah hitung

Jastip biasanya ramai di chat: ada yang pesan lewat DM, ada yang menyusul “sama yakult 1 lusin ya”, ada yang menghapus pesannya. Di akhir trip, semua itu harus jadi daftar belanja dan tagihan yang benar. Ini cara merekapnya supaya nggak ada yang terlewat.

Cara rekap orderan jastip dari chat WhatsApp tanpa salah hitung

Mulai dari format order

Rekap yang rapi dimulai dari pesanan yang rapi. Minta pembeli menulis dengan format yang sama, dan tempel formatnya di caption atau pesan sematan grup:

  • Nama:
  • Barang (atau link-nya):
  • Jumlah:
  • Catatan (warna, ukuran, varian):
  • WhatsApp untuk tagihan:

Rekap dua arah: per pembeli dan per barang

Rekap per pembeli dipakai untuk tagihan: siapa pesan apa, berapa totalnya, dan sudah bayar atau belum.

Rekap per barang dipakai saat belanja. Tolak Angin buat tiga orang jadi satu baris dengan jumlah totalnya, supaya kamu nggak bolak-balik ke rak yang sama.

Contoh rekap per pembeli, dengan fee Rp15.000 per jenis barang.
PembeliPesananHarga barangFeeTotal
SariMama Tom Yum × 2Rp12.000Rp15.000Rp27.000
AndiPocky matcha × 3Rp54.000Rp15.000Rp69.000
DewiTolak Angin × 2, Yakult × 1Rp85.000Rp30.000Rp115.000

Cara menghitung fee jastip

Ada dua cara yang sering dipakai: fee tetap per barang, atau persen dari harga barang. Fee per barang lebih gampang dijelaskan dan dihitung. Persen terasa lebih adil kalau harga barangnya beda jauh.

Apa pun pilihannya, tulis di caption dan di tagihan, supaya nggak ada yang kaget waktu bayar.

Merekap dari chat yang sudah terlanjur ramai

Kalau pesanan sudah terlanjur masuk lewat chat, kerjakan per pembeli: buka chat-nya, tulis tiap barang di baris sendiri bersama jumlahnya, lalu cocokkan dengan yang kamu dapat.

Hati-hati dengan pesan susulan yang gampang terlewat, pesan yang diedit, dan pesan yang dihapus.

  • Satu barang, satu baris.
  • Tulis yang nggak dapet juga, supaya nggak ikut ditagih.
  • Simpan rekap akhirnya sebagai gambar atau spreadsheet, buat jaga-jaga kalau ada yang tanya lagi.

Kirim tagihan dan catat yang sudah bayar

Kirim tagihan per pembeli lewat WhatsApp: barang, harga, fee, total, dan cara bayar. Catat siapa yang sudah bayar di satu tempat, bukan di ingatan.

Begitu barangnya diserahkan, tandai juga. Di akhir trip kamu tahu persis siapa yang belum lunas dan barang siapa yang belum sampai.

Kalau pakai Titip

Di Titip, jastip punya link pesanan yang bisa dipakai pembeli tanpa aplikasi dan tanpa akun. Pesanan yang masuk lewat DM bisa ditempel: + Pesanan dari chat membaca barang, jumlah, dan harga seperti @25rb dari chat WhatsApp, lalu kamu cek tiap baris sebelum menyimpan.

Tab Belanja menyusun pesanan per barang, tab Tagihan per pembeli. Tagihan dikirim lewat WhatsApp dengan link yang bisa dibuka di browser mana pun, pembeli ketuk Sudah bayar, dan kamu tandai lunas. Rekap semuanya bisa jadi gambar, CSV, atau teks.

Titip memakai fee tetap per barang, dan Titip nggak pernah memegang uang: pembeli bayar langsung ke kamu.

Lembar Pesanan dari chat di Titip: chat WhatsApp terbaca jadi Tolak angin 2 box, Hansaplast koyo 3 pack, dan Yakult
Chat WhatsApp yang ditempel, terbaca jadi baris pesanan.

Mau lihat langkahnya dari awal sampai lunas?Baca panduannya

Pertanyaan yang sering ditanya

Format order jastip yang enak dipakai seperti apa?

Nama, barang atau link-nya, jumlah, catatan varian seperti warna dan ukuran, dan nomor WhatsApp untuk tagihan. Satu barang satu baris.

Fee jastip bagusnya per barang atau persen?

Fee per barang paling gampang dihitung dan dijelaskan. Persen cocok kalau harga barangmu beda jauh. Pilih satu, lalu tulis di caption dan tagihan.

Gimana kalau pembeli pesan lewat DM, bukan lewat link?

Masukkan ke rekap yang sama. Di Titip, tempel chat-nya lewat + Pesanan dari chat, lalu cek barisnya sebelum disimpan.

Titip memotong uang jastip?

Nggak. Titip nggak memegang uang siapa pun. Pembeli bayar langsung ke kamu.

Lanjut baca

Baca juga